Banyak orang percaya bahwa kebiasaan minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan. Dari pemikiran ini, muncul pola makan yang dikenal sebagai puasa air putih dan sering dicoba untuk menurunkan berat badan.
Puasa air putih bukan berarti hanya minum air sepanjang hari tanpa makan apa pun. Pola ini lebih fokus pada cara memanfaatkan air putih untuk membantu mengatur pola makan dan mengurangi asupan kalori. Simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui apa itu puasa air putih hingga risikonya.
Apa Itu Puasa Air Putih?
Diet air putih, sering disebut juga puasa air putih atau water fasting, adalah pola diet dengan cara tidak makan apa pun dan hanya minum air putih dalam periode tertentu. Hal ini biasanya dilakukan untuk menurunkan berat badan.
Minum air putih memang sangat penting untuk tubuh. Air membantu ginjal bekerja membuang sisa kotoran dan zat berbahaya dari dalam tubuh. Saat kebutuhan cairan tercukupi, tubuh bisa membersihkan diri dengan lebih baik.
Air putih juga berperan besar dalam pencernaan. Kebutuhan cairan yang tercukupi membuat proses pengolahan makanan di dalam perut dan usus berjalan lancar. Selain itu, metabolisme tubuh pun bisa bekerja lebih optimal.
Dalam kondisi tertentu, water fasting juga dipercaya membantu proses autophagy. Ini adalah proses alami saat tubuh membersihkan sel-sel lama atau sel yang sudah tidak berfungsi dengan baik, lalu menggantinya dengan yang baru. Hasil penurunan berat badan biasanya terlihat di awal.
Perubahan berat badan dari diet air putih secara signifikan umumnya baru tampak jika dilakukan secara konsisten dalam waktu yang cukup lama. Karena cukup ekstrem, metode ini sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan matang dan tidak sembarangan.
Cara Melakukan Diet Air Putih yang Benar
Diet air putih perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama saat dilakukan bersamaan dengan puasa. Anda bisa mengikuti pola minum air 8 gelas yang dibagi sepanjang waktu berbuka hingga sahur.
Saat berbuka puasa, biasakan minum 2 gelas air putih saat berbuka mengembalikan cairan tubuh setelah seharian tidak minum. Lalu, minum 4 gelas air putih pada malam hari, bisa dilakukan secara bertahap setelah makan hingga sebelum tidur. Terakhir, minum 2 gelas air putih saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi selama puasa.
Dengan pola minum air yang teratur ini, tubuh bisa tetap bertenaga dan tidak mudah lemas. Setelah memahami aturan minum air saat puasa, Anda juga perlu tahu langkah-langkah penting lain agar diet air putih berjalan dengan benar dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut ini cara melakukan diet air putih yang perlu diperhatikan:
1. Hindari Aktivitas Fisik Berat
Saat menjalani water fasting, sebaiknya hindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Olahraga berlebihan bisa membuat tubuh cepat lelah dan meningkatkan risiko kekurangan cairan.
Selain itu, jangan memaksakan diri minum air putih terlalu banyak dari biasanya. Walaupun air itu penting, minum secara berlebihan justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Perhatikan juga kondisi badan Anda. Jika mulai merasa tidak enak badan, sakit, sangat lemas, atau tidak punya energi sama sekali, segera hentikan diet ini. Kesehatan tetap harus jadi prioritas utama.
Baca juga: Rekomendasi Minuman Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung
2. Kurangi Porsi Makan
Sebelum mulai diet air putih, sebaiknya Anda tidak langsung melakukannya secara tiba-tiba. Mulailah pelan-pelan dengan mengurangi porsi makan besar dan kebiasaan ngemil beberapa hari sebelumnya.
Meski porsi dikurangi, Anda tetap perlu makan makanan yang bergizi. Pastikan asupan harian tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral. Pilih makanan yang bisa memberi energi agar tubuh tidak mudah lemas.
Pada hari-hari awal puasa air putih, Anda masih bisa mengonsumsi minuman bernutrisi seperti jus buah atau smoothie agar tubuh beradaptasi. Setelah tubuh mulai terbiasa, barulah Anda hanya minum air putih sesuai aturan diet yang dijalani.
3. Fase Pengenalan Makanan Kembali (Refeeding)
Setelah selesai diet air putih, Anda sebaiknya tidak langsung makan dalam jumlah besar. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah beberapa waktu hanya mengonsumsi cairan.
Jika langsung makan banyak, ada risiko terjadinya refeeding syndrome. Kondisi ini berbahaya karena tubuh mengalami perubahan cepat pada kadar cairan dan elektrolit, yang bisa berdampak serius pada kesehatan.
Oleh karena itu, penting mengenalkan makanan kembali secara bertahap. Mulailah dengan makanan rendah kalori dalam porsi kecil. Setelah itu, perlahan tingkatkan jumlah makan dan tambahkan jenis makanan sedikit demi sedikit.
Lakukan langkah ini sampai tubuh kembali terbiasa menerima makanan dalam porsi normal. Perlu diingat, puasa air putih tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika ingin mencobanya, sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan ahli gizi agar lebih aman.
Risiko Diet Air Putih
Diet yang hanya mengandalkan minum air putih sebenarnya masih bisa dilakukan dengan aman, asalkan waktunya tidak terlalu lama. Umumnya, metode ini disarankan hanya dijalani selama 24 jam hingga maksimal 3 hari.
Jika dilakukan lebih dari 3 hari, puasa air putih justru bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Tubuh bisa kekurangan energi dan zat gizi penting yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Untuk itu, penting membatasi durasinya dan tidak menjalani diet ini terlalu lama.
1. Memicu Dehidrasi
Meski terdengar tidak biasa, diet air putih justru bisa membuat Anda kekurangan cairan. Hal ini karena tidak semua kebutuhan air tubuh berasal dari minuman.
Sebagian asupan air harian sebenarnya didapat dari makanan yang Anda konsumsi. Jadi, meskipun Anda minum air putih dalam jumlah yang sama seperti biasanya, tetapi tidak makan apa pun, tubuh tetap bisa mengalami kekurangan cairan.
Saat tubuh mulai dehidrasi, beberapa tanda bisa muncul, seperti pusing, mual, sakit kepala, sembelit, tekanan darah menurun, serta tubuh terasa lemas dan kurang produktif.
Baca juga: Pingsan saat Puasa, Apakah Batal? Begini Penjelasannya
2. Kurangnya Asupan Energi
Perlu dipahami bahwa air putih memang tidak memberikan energi bagi tubuh. Di dalamnya tidak ada kandungan gizi penting seperti protein, lemak, maupun vitamin yang dibutuhkan agar tubuh dan otak bisa bekerja dengan normal.
Selama menjalani diet ini, Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi minuman lain. Teh, kopi, susu, dan minuman apa pun selain air putih harus dihindari.
Meski hanya dilakukan sehari, dampaknya bisa langsung terasa. Tubuh dan otak akan kekurangan asupan energi, sehingga kemampuan berpikir menjadi menurun.
Anda bisa merasa pusing, sulit berkonsentrasi, gampang bingung, emosi jadi tidak stabil, bahkan muncul gangguan seperti sakit kepala berat dan hipoglikemia pada kondisi tertentu.
Itulah penjelasan mengenai puasa air putih, mulai dari pengertiannya hingga risikonya. Dengan memahami hal tersebut, Anda bisa lebih berhati-hati dan tidak menjalani puasa air putih secara sembarangan.
Selama menjalani puasa air putih, kebutuhan cairan menjadi hal paling utama agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas. Karena itu, penting memilih air minum yang bersih, aman, dan terjaga kualitasnya.
Untuk kebutuhan air minum di rumah, AQUA Galon dapat menjadi pilihan praktis karena kemurniannya membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa air putih.
Satu galon berisi 19 liter, cukup untuk memenuhi kebutuhan minum harian keluarga. Jika dihitung, biayanya juga terjangkau, sekitar Rp1.000-an per liter.
Dari sisi kebersihan, produk dari AQUA diproses melalui tahap sanitasi berulang sebelum diisi ulang, sehingga air tetap higienis. Airnya juga terlindungi dari cemaran fisik, mikroorganisme, dan zat kimia berbahaya.
Selain itu, AQUA disaring alami oleh berlapis-lapis bebatuan yang kaya mineral alami dan diproses tanpa tersentuh tangan manusia serta melalui 400 tahap uji kualitas sebelum dikirimkan melalui jaringan distribusi.
AQUA terasa segar meski diminum saat suhu ruang, tentunya ini berarti kandungan mineral alaminya tetap terjaga dan kualitas airnya tetap stabil. Ketika diminum, AQUA memberikan sensasi sejuk alami menyegarkan yang membuatnya cocok untuk menemani Anda di setiap aktivitas.
AQUA telah bersertifikat Halal serta lulus uji BPOM dan SNI sehingga aman dikonsumsi selama menjalani puasa air putih. Yuk, #AQUA DULU! AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal.
Baca juga: Tips Mencegah Dehidrasi saat Puasa, Tetap Fit Sampai Buka!

